Sudah satu tahun saya berkepala tiga. Berikut tiga temuan menarik di umur 30:

1. Anak: Investasi Sesungguhnya

Saat ultah ke-30 satu tahun lalu, Amtar baru berumur 10 bulan. Secara mental, masih lebih dekat ke Felis Catus dewasa 🐈  dari pada Homo Sapien dewasa 👨‍🦱 . Kucing dewasa? Amtar sudah bisa bercanda dengan sengaja meniup kulit ibunya sejak usia 5 bulan!

Sekarang, di umur 1 tahun 10 bulan, Amtar sudah bisa bicara, bertanya, menunjukkan kasih sayang, juga kesedihan. Fase inilah yang makin membuka mata saya terkait perkembangan manusia. Betapa hal-hal kecil bisa berpengaruh ke tempramen/kebiasaan anak.

Saya beruntung sekali punya istri Nurul Bahirah. Dia tekun meriset penelitian-penelitian terkait parenting. Salah satu riset beliau membuat kita sepakat untuk tidak memberikan Amtar TV & handphone. Beberapa kali saya sempat melonggarkan aturan tersebut, Amtar langsung jadi gampang marah – bahkan terkait hal-hal selain TV & handphone – serta mudah bosan. Polanya sangat konsisten. Sehingga saya benar-benar yakin dampak buruk TV dan handphone. Saya curiga sosial media punya pengaruh buruk serupa. Karena akar kebutuhan akan ketiga teknologi tersebut sama: hormon dopamin.

Di sisi lain, kebetulan di tahun ini, saya mendengar langsung sebuah kisah nyata baru, yang makin memperkuat keyakinan saya, bahwa

anak, selain membawa kebahagiaan, juga bisa membawa penderitaan di masa tua. Makin tidak bahagia hidup anak kita di masa dewasa mereka, makin tidak bahagia kita.

Saya dan istri percaya, meski tidak 100%, orang tua (atau pengasuh pada umumnya) punya pengaruh besar atas tempramen, karakter, pandangan, dan kebiasaan anak saat dewasa nanti. Kami berusaha sekuat tenaga agar bisa tetap bahagia di usia senja kami nanti.

Lebih dari karir & kekayaan, inilah investasi yang sesungguhnya.

2. Bold

Dapat satu data lagi, yang mengonfirmasi bahwa karir saya berputar di hal-hal yang bold (‘bold’ di sini sesuatu yang tujuannya mendasar & baru — belum tentu berhasil jika diterapkan).

Saya masuk Alterra dengan niat bekerja saja – agar bisa menabung untuk ke Inggris temani istri yang kuliah. Kalau tetap jadi trainer Agile Software Development, pemasukan saya tentu tidak tentu.

Di Alterra, saya malah memicu ide PO Box & The Alterrans Team. Keduanya adalah tools baru untuk membantu pegawai Alterra agar lebih produktif. Mereka menyentuh hal-hal mendasar dalam interaksi pekerja di organisasi.

Mungkin ini bawaan diri. Mungkin juga dipengaruhi deadline – dari awal saya tahu tidak akan bisa lama di Alterra. Karena, pun akhirnya gagal ke Inggris karena pandemi atau hal lain, istri akan kuliah online. Sehingga saya tetap perlu berhenti kerja untuk bantu mengasuh Amtar.

Di waktu yang sempit ini, saya ingin meninggalkan sesuatu yang terus dipakai karena besar manfaatnya.

Mengerjakan sesuatu yang bold punya drawback tentunya. Saya tidak bisa seoptimal yang lain dalam melayani/membantu agenda-agenda rekan kerja, juga operasional sehari-hari. Untungnya, Alterra amat mendukung inovasi bottom-up & goal-goal fundamental PO Box serta The Alterran Team bisa diselaraskan dengan dengan goal perusahaan.

3. Bitcoin

Saya kenal Bitcoin sejak bullrun tahun 2017; namun baru memahami siklus 4 tahunannya di awal tahun 2021.

Baru sadar bahwa fenomena Bitcoin bukanlah fenomena batu akik semata. Well, batu akik juga punya siklus tren, tapi harga batu akik selalu jatuh kembali ke titik sebelum tren, sedangkan Bitcoin selalu jatuh ke titik yang jauh lebih mahal dari harga terendah di siklus sebelumnya. Tidak heran harganya bisa bergerak stabil dari Rp 700 ke Rp 815.000.000 dalam waktu 11 tahun.

Kenaikan Harga Terendah Bitcoin

BTW, tidak ada bubble yang bisa bertahan sepanjang 11 tahun. Bitcoin sendiri juga tidak bisa dibilang skema ponzi karena tidak punya pusat/pimpinan. Jadi, Bitcoin ini bukan tipu-tipu.

Menyadari siklus 4 tahunan Bitcoin memicu riset saya atas hal-hal fundamentalnya. Riset yang memberi tahu saya bahwa, di tahun 1944 dulu negara-negara sempat membatasi pencetakan uang dengan suplai emas. Tahun 1971, skema tersebut bubar karena kecurigaan negara-negara bahwa Amerika Serikat mencetak lebih banyak dolar daripada emas yang dia simpan. Runtuhnya skema ini berdampak pada deregulasi bank & peningkatan kesenjangan orang kaya - orang miskin sampai sekarang.

Akhirnya saya paham kenapa Satoshi Nakamoto (pencipta misterius Bitcoin) menyelipkan pesan rahasia di blok pertama Bitcoin. Pesan rahasianya adalah judul koran Inggris tahun 2009, terkait kasus ‘bailout Bank Century’-nya versi mereka.

Dugaan saya, Satoshi Nakamoto sebenarnya tidak ingin membuat uang baru untuk digunakan orang biasa di transaksi sehari-hari. Tujuan utama Bitcoin adalah menjadi cadangan devisa jenis baru bagi penerbit uang.

Satoshi hanya ingin mengembalikan kondisi ideal perekonomian dunia ke tahun 1944.

Cadangan devisa jenis baru ini (baca: Bitcoin) bisa diaudit siapapun dengan mudah. Menghilangkan peluang kecurigaan suplai uang yang lebih dari devisa. Menjauhkan kita dari bubble & krisis moneternya. Memperkecil kesenjangan ekonomi orang kaya - orang miskin.

Hasil risetnya sedang saya tuangkan di BitcoinCadanganDevisa.github.io. Daftarkan email kamu di sini jika ingin mendapatkan tulisan/berita/tips investasi Bitcoin dari saya atau gabung grup Telegram ini.



Sekian. Sampai jumpa di 29 April 2022. :)

Bonus: Di umur 30, akhirnya tautan lama ke tujuan hidup saya ditaruh ke signature email.