<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" ><generator uri="https://jekyllrb.com/" version="3.10.0">Jekyll</generator><link href="http://rickysaif.github.io/feed.xml" rel="self" type="application/atom+xml" /><link href="http://rickysaif.github.io/" rel="alternate" type="text/html" /><updated>2026-05-26T01:06:06+00:00</updated><id>http://rickysaif.github.io/feed.xml</id><title type="html">Ricky Saif</title><subtitle>A piece of stardust, which gets busy living, while waiting for death.
</subtitle><entry xml:lang="id"><title type="html">3 Hal Menarik di Umur 30</title><link href="http://rickysaif.github.io/3-hal-menarik-di-umur-30" rel="alternate" type="text/html" title="3 Hal Menarik di Umur 30" /><published>2021-04-28T18:32:50+00:00</published><updated>2021-04-28T18:32:50+00:00</updated><id>http://rickysaif.github.io/tiga-hal-menarik-di-umur-30</id><content type="html" xml:base="http://rickysaif.github.io/3-hal-menarik-di-umur-30"><![CDATA[<p>Sudah satu tahun saya berkepala tiga. Berikut tiga temuan menarik di umur 30:</p>

<h4 id="1-anak-investasi-sesungguhnya"><strong>1. Anak: Investasi Sesungguhnya</strong></h4>

<p>Saat ultah ke-30 satu tahun lalu, Amtar baru berumur 10 bulan. Secara mental, masih lebih dekat ke <em>Felis Catus</em> dewasa 🐈  dari pada <em>Homo Sapien</em> dewasa 👨‍🦱 . Kucing dewasa? Amtar sudah bisa bercanda dengan sengaja meniup kulit ibunya sejak usia 5 bulan!</p>

<p>Sekarang, di umur 1 tahun 10 bulan, Amtar sudah bisa bicara, bertanya, menunjukkan kasih sayang, juga kesedihan. Fase inilah yang makin membuka mata saya terkait perkembangan manusia. Betapa hal-hal kecil bisa berpengaruh ke tempramen/kebiasaan anak.</p>

<p>Saya beruntung sekali punya istri Nurul Bahirah. Dia tekun meriset penelitian-penelitian terkait <em>parenting</em>. Salah satu riset beliau membuat kita sepakat untuk tidak memberikan Amtar TV &amp; handphone. Beberapa kali saya sempat melonggarkan aturan tersebut, Amtar langsung jadi gampang marah – bahkan terkait hal-hal selain TV &amp; handphone – serta mudah bosan. Polanya sangat konsisten. Sehingga saya benar-benar yakin dampak buruk TV dan handphone. Saya curiga sosial media punya pengaruh buruk serupa. Karena akar kebutuhan akan ketiga teknologi tersebut sama: hormon dopamin.</p>

<p>Di sisi lain, kebetulan di tahun ini, saya mendengar langsung sebuah kisah nyata baru, yang makin memperkuat keyakinan saya, bahwa</p>

<blockquote>
  <p>anak, selain membawa kebahagiaan, juga bisa membawa penderitaan di masa tua. Makin tidak bahagia hidup anak kita di masa dewasa mereka, makin tidak bahagia kita.</p>
</blockquote>

<p>Saya dan istri percaya, meski tidak 100%, orang tua (atau pengasuh pada umumnya) punya pengaruh besar atas tempramen, karakter, pandangan, dan kebiasaan anak saat dewasa nanti. Kami berusaha sekuat tenaga agar bisa tetap bahagia di usia senja kami nanti.</p>

<p>Lebih dari karir &amp; kekayaan, inilah investasi yang sesungguhnya.</p>

<h4 id="2-bold"><strong>2. Bold</strong></h4>

<p>Dapat satu data lagi, yang mengonfirmasi bahwa karir saya berputar di hal-hal yang <strong>bold</strong> (‘bold’ di sini sesuatu yang tujuannya mendasar &amp; baru — belum tentu berhasil jika diterapkan).</p>

<p>Saya masuk Alterra dengan niat bekerja saja – agar bisa menabung untuk ke Inggris temani istri yang kuliah. Kalau tetap jadi trainer Agile Software Development, pemasukan saya tentu tidak tentu.</p>

<p>Di Alterra, saya malah memicu ide <a href="https://po-box.alterra.id">PO Box</a> &amp; The Alterrans Team. Keduanya adalah <em>tools</em> baru untuk membantu pegawai Alterra agar lebih produktif. Mereka menyentuh hal-hal mendasar dalam interaksi pekerja di organisasi.</p>

<p>Mungkin ini bawaan diri. Mungkin juga dipengaruhi <em>deadline</em> – dari awal saya tahu tidak akan bisa lama di Alterra. Karena, pun akhirnya gagal ke Inggris karena pandemi atau hal lain, istri akan kuliah <em>online</em>. Sehingga saya tetap perlu berhenti kerja untuk bantu mengasuh Amtar.</p>

<blockquote>
  <p>Di waktu yang sempit ini, saya ingin meninggalkan sesuatu yang terus dipakai karena besar manfaatnya.</p>
</blockquote>

<p>Mengerjakan sesuatu yang <strong>bold</strong> punya <em>drawback</em> tentunya. Saya tidak bisa seoptimal yang lain dalam melayani/membantu agenda-agenda rekan kerja, juga operasional sehari-hari. Untungnya, Alterra amat mendukung inovasi <em>bottom-up</em> &amp; <em>goal-goal</em> fundamental PO Box serta The Alterran Team bisa diselaraskan dengan dengan <em>goal</em> perusahaan.</p>

<h4 id="3-bitcoin"><strong>3. Bitcoin</strong></h4>

<p>Saya kenal Bitcoin sejak <em>bullrun</em> tahun 2017; namun baru memahami siklus 4 tahunannya di awal tahun 2021.</p>

<p>Baru sadar bahwa fenomena Bitcoin bukanlah fenomena batu akik semata. <em>Well</em>, batu akik juga punya siklus tren, tapi harga batu akik selalu jatuh kembali ke titik sebelum tren, sedangkan Bitcoin selalu jatuh ke titik yang jauh lebih mahal dari harga terendah di siklus sebelumnya. Tidak heran harganya bisa bergerak stabil dari Rp 700 ke Rp 815.000.000 dalam waktu 11 tahun.</p>

<div class="image-wrapper">
    
        <img src="http://RickySaif.github.io/assets/images/kenaikan-harga-terendah-bitcoin.png" alt="Kenaikan Harga Terendah Bitcoin" class="img-fluid border rounded" />
    
    
        <p class="image-caption">BTW, tidak ada <em>bubble</em> yang bisa bertahan sepanjang 11 tahun. Bitcoin sendiri juga tidak bisa dibilang skema ponzi karena tidak punya pusat/pimpinan. Jadi, Bitcoin ini bukan tipu-tipu.</p>
    
</div>

<p>Menyadari siklus 4 tahunan Bitcoin memicu riset saya atas hal-hal fundamentalnya. Riset yang memberi tahu saya bahwa, di tahun 1944 dulu negara-negara sempat membatasi pencetakan uang dengan suplai emas. Tahun 1971, skema tersebut bubar karena kecurigaan negara-negara bahwa Amerika Serikat mencetak lebih banyak dolar daripada emas yang dia simpan. Runtuhnya skema ini berdampak pada deregulasi bank &amp; peningkatan kesenjangan orang kaya - orang miskin sampai sekarang.</p>

<p>Akhirnya saya paham kenapa Satoshi Nakamoto (pencipta misterius Bitcoin) menyelipkan pesan rahasia di blok pertama Bitcoin. Pesan rahasianya adalah judul koran Inggris tahun 2009, terkait kasus ‘<em>bailout</em> Bank Century’-nya versi mereka.</p>

<p>Dugaan saya, Satoshi Nakamoto sebenarnya tidak ingin membuat uang baru untuk digunakan orang biasa di transaksi sehari-hari. Tujuan utama Bitcoin adalah menjadi cadangan devisa jenis baru bagi penerbit uang.</p>

<blockquote>
  <p>Satoshi hanya ingin mengembalikan kondisi ideal perekonomian dunia ke tahun 1944.</p>
</blockquote>

<p>Cadangan devisa jenis baru ini (baca: Bitcoin) bisa diaudit siapapun dengan mudah. Menghilangkan peluang kecurigaan suplai uang yang lebih dari devisa. Menjauhkan kita dari <em>bubble</em> &amp; krisis moneternya. Memperkecil kesenjangan ekonomi orang kaya - orang miskin.</p>

<div class="image-wrapper">
    
        <img src="http://RickySaif.github.io/assets/images/CBPP-income-gain-discrepancy.png" alt="" class="img-fluid border rounded" width="450px" />
    
    
</div>

<p>Hasil risetnya sedang saya tuangkan di <a href="https://BitcoinCadanganDevisa.github.io">BitcoinCadanganDevisa.github.io</a>. Daftarkan email kamu <a href="https://rizkysyaiful.eo.page/daftar">di sini jika ingin mendapatkan tulisan/berita/tips investasi Bitcoin dari saya</a> atau gabung <a href="t.me/BTCcadangandevisa">grup Telegram ini</a>.</p>

<hr />

<p><br />
Sekian. Sampai jumpa di 29 April 2022. :)</p>

<p>Bonus: Di umur 30, akhirnya tautan lama ke <a href="https://www.quora.com/Have-you-found-your-life-purpose-and-if-so-how-did-you-do-it/answer/Rizky-Syaiful">tujuan hidup saya</a> ditaruh ke signature email.</p>]]></content><author><name></name></author><category term="renungan-tahunan" /><summary type="html"><![CDATA[Sudah satu tahun saya berkepala tiga. Berikut tiga temuan menarik di umur 30:]]></summary></entry></feed>